Minggu, 26 April 2009

Duta Bussines School

Anda Ingin jadi AGEN PULSA MURAH ?

Anda Ingin DAPAT BONUS MELIMPAH ?

Anda ingin DAPAT ASURANSI KECELAKAAN ?

Anda ingin DAPAT DISCON di MERCHANT-MERCHANT TERNAMA ?

Bergabunglah bersama kami.

Salam

Wisnu

Hubungi Kami : 081336844538

Rokok Bikin Sehat


TENTANG PRODUK

Rokok ini diramu oleh herbalis yang berpengalaman sehingga cita rasanya tidak kalah dengan rokok-rokok yang ada, karena kandungan dari rokok kesra ini sangat bermanfaat bagi perokok sejati, perokok pasif pun bisa menikmatinya. Rokok Kesra ini terdiri dari komposisi 21 jenis bahan ramuan yang diolah menjadi bahan campuran tembakau pilihan untuk rokok sehingga mampu menetralkan kandungan TAR dan NIKOTIN. Ramuan yang juga berfungsi sebagai jamu terapi kesehatan tersebut merupakan warisan leluhur tanpa bahan kimia maupun candu. Terdiri dari beberapa ramuan tradisional dan rempah-rempah rahasia yang berfungsi melancarkan peredaran darah, membersihkan racun dalam tubuh terutama pada saluran pernapasan, tenggorokan, dan paru-paru.

Rasa Rokok ini secara umum adalah khas rasa rokok yang pernah dibuat dan dinikmati oleh Raja-Raja Kerajaan Majapahit dan tersebar di seluruh dunia pada masanya. Sudah tentu sesuai dengan karakter cita rasa perokok Nusantara. Doa-doa yang dihembuskan pada bahan baku rokok berupa Energi Gelombang Pendek sangat halus, sehingga mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat racun seperti infeksi, radang dan bakteri serta virus.

Pada awalnya rokok ini digunakan hanya sebagai sarana terapi pengobatan berbagai jenis penyakit. Karena banyaknya permintaan dari para pengguna yang merasakan efek positif dari rokok ini maka diputuskan untuk diproduksi secara massal.

Sebelum ijin perusahaan dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, rokok ini telah melalui uji ilmiah di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang, dan salah satu pabrik rokok terkemuka di Jawa Timur yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk pengujian produk rokok. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar “Nikotin rokok ini” sangat rendah, bahkan dinyatakan mendekati 0%.

Hasil uji Laboratorium Resmi menunjukkan nilai TAR rokok ini tinggi. “TAR” secara standar internasional adalah pengukuran berat material asap rokok yang mengandung racun dan bahan berbahaya lain. Umumnya apabila nilai TAR tinggi maka nafas terasa berat, sesak dan dada sakit. Akan tetapi nilai “TAR” pada rokok ini adalah ramuan jamu terapi kesehatan yang membantu mengurangi racun dalam paru-paru dan mengeluarkannya dalam bentuk lendir, sehingga nafas terasa ringan. Pembuktian secara empiris telah banyak yang merasakan efek positifnya.

Karena keterbatasan alat dan dana maka kandungan “TAR” yang ada belum bisa diuraikan secara terperinci sehingga pembuktian lanjut secara ilmiah masih menunggu waktu. Maka Peringatan Pemerintah sebagai aturan resmi wajib dicantumkan.

Ramuan rokok ini terdiri dari bahan-bahan yang mengandung asam dan basa, hasil reaksinya adalah garam, maka apabila dirasakan abu rokok ini terasa gurih yang juga mengandung ramuan bermanfaat. Diantaranya menyembuhkan luka ringan, sariawan atau panas dalam, gatal-gatal atau eksim kulit dan bahkan membantu penyembuhan luka akibat penyakit diabetes dengan cara menaburkan abu rokok ini pada bagian yang sakit.

Rabu, 16 Juli 2008

Tanaman Karet

Home Lingkungan Pendidikan Kesehatan Ekonomi Sosial Budaya Galeri
-->
Home Lingkungan
Tanaman Karet Sebagai Tanaman Rehabilitasi Lahan

Tanaman karet adalah tanaman asli Brazil yang mempunyai nama latin Hevea Brasilienis. Tanaman ini pertama kali diperkenalkan oleh orang Indian Peru dan dibawa ke Prancis. Perkembangan komoditi karet semakin pesat setelah pada tahun 1893 Good Year menemukan tehnik vulkanisasi yaitu proses mencampur karet dengan belerang. Puncak permintaan karet terus meningkat seiring dengan ditemukannya ban angin oleh Dunlop pada 1888 dan penemuan mobil pada tahun 1895, hal ini menyebabkan sumber komoditi yaitu tanaman karet di Brazil semakin berkurang.
Untuk tetap menjaga pasokan sumber komoditi karet pada tahun 1872, Farris mengirimkan 2000 biji karet dari Brazil ke Kebun Raya Kew di Inggris, namun pada tahun 1875 pengiriman tersebut mengalami kegagalan. Wickham pada Juni 1876 mengirimkan kembali 70.000 biji karet, 1397 ke Kebun Raya Kew, sekitar 1900 dikirim ke Srilanka, beberapa ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor dan pada tahun 1898 biji tanaman karet ini untuk pertama kalinya dikirim ke perkebunan Ucing di Jawa langsung dari Brazil melalui Paris Prancis.
Tanaman ReboisasiSelain merupakan tanaman dengan hasil yang bermanfaat bahkan merupakan komoditas dengan kualitas ekspor baik, ternyata manfaat lain dari tanaman karet adalah sebagai tanaman yang mampu berperan dalam merehabilitasi lahan (reboisasi). Keunggulan dari tanaman ini adalah tidak memerlukan tanah dengan tingkat kesuburan tinggi dan memungkinkan dikembangkan di tanah yang marginal dan kritis. secara ekologis keuntungan dari pemberdayaan tanaman karet adalah sebagai sumber oksigen, pengatur tata air tanah, pencegah erosi dan pembentukan humus tanah. Dengan menyadari hal tersebut Pemerintah pada tahun 1989 telah mencanangkan pemanfaatan tanaman karet sebagai hutan tanaman industri.
Pengembangan Kebun Karet UnggulDengan memanfaatkan lahan bekas tambang yang telah direklamasi dan direvegetasi, PT Adaro Indonesia memanfaatkan lahan tersebut sebagai kebun karet unggul untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Program yang masuk dalam rangkaian program Community Development ini sendiri pada tahun 2007 telah berhasil memperluas lahan perkebunan karet hingga 1860 Ha dengan perincian 800 Ha di Kabupaten Balangan yang terbagi atas tiga Kecamatan, 800 Ha di Kabupaten Tabalong yang terbagi atas tujuh Kecamatan dan 260 Ha di Kabupaten Barito Timur yang terbagi atas 2 Kecamatan.Dengan adanya perkebunan karet tersebut bekas lahan tambang yang sudah selesai bisa menjadi asri dan hijau kembali, sekaligus lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan secara ekonomis. PT Adaro Indonesia sendiri mengharapkan masyarakat nantinya bisa memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan produktif yang bisa membantu menciptakan pendapatan daerah dan khususnya pendapatan masyarakat/petani di daerah tersebut, sekaligus juga bisa membuka lapangan kerja baru.
Artikel Lainnya:
Tanaman Sengon Sebagai Tanaman Reklamasi
Indahnya Lingkungan Kita: Reklamasi Daerah Bekas Tambang
More Photos >>
© Copyright of KCM 2008