Home Lingkungan Pendidikan Kesehatan Ekonomi Sosial Budaya Galeri
-->
Home Lingkungan
Tanaman Karet Sebagai Tanaman Rehabilitasi Lahan
Tanaman karet adalah tanaman asli Brazil yang mempunyai nama latin Hevea Brasilienis. Tanaman ini pertama kali diperkenalkan oleh orang Indian Peru dan dibawa ke Prancis. Perkembangan komoditi karet semakin pesat setelah pada tahun 1893 Good Year menemukan tehnik vulkanisasi yaitu proses mencampur karet dengan belerang. Puncak permintaan karet terus meningkat seiring dengan ditemukannya ban angin oleh Dunlop pada 1888 dan penemuan mobil pada tahun 1895, hal ini menyebabkan sumber komoditi yaitu tanaman karet di Brazil semakin berkurang.
Untuk tetap menjaga pasokan sumber komoditi karet pada tahun 1872, Farris mengirimkan 2000 biji karet dari Brazil ke Kebun Raya Kew di Inggris, namun pada tahun 1875 pengiriman tersebut mengalami kegagalan. Wickham pada Juni 1876 mengirimkan kembali 70.000 biji karet, 1397 ke Kebun Raya Kew, sekitar 1900 dikirim ke Srilanka, beberapa ke Malaysia dan hanya dua biji ke Kebun Raya Bogor dan pada tahun 1898 biji tanaman karet ini untuk pertama kalinya dikirim ke perkebunan Ucing di Jawa langsung dari Brazil melalui Paris Prancis.
Tanaman ReboisasiSelain merupakan tanaman dengan hasil yang bermanfaat bahkan merupakan komoditas dengan kualitas ekspor baik, ternyata manfaat lain dari tanaman karet adalah sebagai tanaman yang mampu berperan dalam merehabilitasi lahan (reboisasi). Keunggulan dari tanaman ini adalah tidak memerlukan tanah dengan tingkat kesuburan tinggi dan memungkinkan dikembangkan di tanah yang marginal dan kritis. secara ekologis keuntungan dari pemberdayaan tanaman karet adalah sebagai sumber oksigen, pengatur tata air tanah, pencegah erosi dan pembentukan humus tanah. Dengan menyadari hal tersebut Pemerintah pada tahun 1989 telah mencanangkan pemanfaatan tanaman karet sebagai hutan tanaman industri.
Pengembangan Kebun Karet UnggulDengan memanfaatkan lahan bekas tambang yang telah direklamasi dan direvegetasi, PT Adaro Indonesia memanfaatkan lahan tersebut sebagai kebun karet unggul untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Program yang masuk dalam rangkaian program Community Development ini sendiri pada tahun 2007 telah berhasil memperluas lahan perkebunan karet hingga 1860 Ha dengan perincian 800 Ha di Kabupaten Balangan yang terbagi atas tiga Kecamatan, 800 Ha di Kabupaten Tabalong yang terbagi atas tujuh Kecamatan dan 260 Ha di Kabupaten Barito Timur yang terbagi atas 2 Kecamatan.Dengan adanya perkebunan karet tersebut bekas lahan tambang yang sudah selesai bisa menjadi asri dan hijau kembali, sekaligus lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan secara ekonomis. PT Adaro Indonesia sendiri mengharapkan masyarakat nantinya bisa memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan produktif yang bisa membantu menciptakan pendapatan daerah dan khususnya pendapatan masyarakat/petani di daerah tersebut, sekaligus juga bisa membuka lapangan kerja baru.
Artikel Lainnya:
Tanaman Sengon Sebagai Tanaman Reklamasi
Indahnya Lingkungan Kita: Reklamasi Daerah Bekas Tambang
More Photos >>
© Copyright of KCM 2008
Rabu, 16 Juli 2008
Langganan:
Postingan (Atom)